Monday, January 13, 2014

LifeStraw, Alat Sederhana yang Dapat Menyelamatkan Dunia


LifeStraw, Alat Sederhana yang Dapat Menyelamatkan Dunia

Kelihatan sederhana namun manfaatnya bagi mereka yang kekurangan air bersih sangatlah besar. Dengan LifeStraw air yang kotor dapat langsung diminum, namun tidak menyebabkan orang yang meminumnya menjadi sakit.

LifeStraw adalah filter air yang dirancang oleh Vestergaard Frandsen dari Swiss. Vestergaard Frandsen sendiri merupakan sebuah perusahaan Eropa berbasis Internasional yang bergerak dibidang kemanusiaan dan mengkhususkan diri dalam tanggap darurat atas permasalahan yang kompleks. Mereka juga membuat produk-produk untuk pengendalian penyakit.

Data-data mengenai LifeStraw :

Panjang: 31 cm, Diameter: 30 mm, Price: about $3.00

Model-model LifeStraw :

LifeStraw Personal filter minimum 700 liter air, cukup untuk satu orang dan satu tahun.
LifeStraw Family menyaring paling sedikit 18.000 liter air, menyediakan air minum yang aman untuk sebuah keluarga selama lebih dari dua tahun.

Lifestraw menghilangkan 99,9999% bakteri yang menular melalui air, 99,99% virus, dan 99,9% parasit.

Penyakit yang dapat dicegah antara lain difteria, kolera dan diare. LifeStraw dapat menyaring hingga 700 liter air sebelum harus diganti.

Cara kerja LifeStraw

Semua proses ini dilakukan hanya dengan menghisap secara reguler, tidak beda jauh ketika menggunakan pipet minuman konvensional sehari-hari.

Inovasi-inovasi yang diberikan oleh LifeStraw sangat mengesankan sehingga disebut sebagai salah satu temuan terbesar di 2005 oleh Time Magazine dan memenangkan Index Award untuk inovasi di bidang desain yang akan secara signifikan memperbaiki hidup manusia.

Biaya yang murah dan imbas langsung yang bisa dimiliki oleh LifeStraw ketika mencapai orang-orang yang membutuhkan akan menjadikan alat ini sebagai alat yang sempurna untuk para kelompok-kelompok amal di dunia.

Dikombinasikan dengan upaya-upaya baru untuk menyediakan sumur dan waduk-waduk bagi masyarakat, LifeStraw bisa memberikan kontribusi langsung yang signifikan bagi krisis air global yang kita hadapi.

Ddengan mewujudkan Tujuan Pembangunan Milenium yakni mengurangi setengah jumlah orang yang tidak memiliki akses berkelanjutan terhadap air minum yang aman pada tahun 2015.

LifeStraw juga bisa menjadi cara yang jitu untuk mengatasi kebutuhan mendesak akan air oleh para korban bencana alam seperti angin badai, gempa bumi dan lain-lain.

Wednesday, January 1, 2014

Laptop Bertenaga MATAHARI


OTTAWA - WeWi Telecommunications yang berbasis di Ontario, Kanada, akan merilis laptop bertenaga matahari yang dibanderol USD350. Kabarnya, perangkat tersebut akan mendarat di Amerika Utara dengan nama Chromebook.

Dilansir Ibtimes, Senin (19/8/2013), laptop ini dinamakan SOL yang diambil dari kata dalam bahasa Spanyol berarti matahari. Menurut David Snir, pendiri WeWi dan Chief Executive Officer, perangkat didesain untuk para pengguna laptop di negara-negara berkembang, di mana listrik dianggap tidak cukup baik atau terlalu mahal.

Berat laptop SOL ini hanya 5 pon dan ketipisan fisik dua inci. Laptop ini memiliki empat buah panel surya dan hadir dengan layar LCD seluas 13,3 inci.

Kabarnya, di siang hari, perangkat memerlukan waktu dua jam untuk pengisian daya sampai penuh. Baterai yang dapat dilepas-pasang ini bisa hidup untuk 8 sampai 10 jam.

Sementara untuk cuaca mendung, atau sedikit cahaya matahari, pengisian baterai bisa sampai tiga jam. Pengguna tidak mesti tepat berada di bawah terik matahari untuk menggunakan laptop SOL.

WeWi menguji sistem operasi (OS) Ubuntu Linux pada laptop tersebut dan perusahaan juga menguji menggunakan OS Chromebook. Konon, SOL mendukung jaringan 3G dan 4G serta WiFi.

Laptop tampil dengan dukungan kartu SIM, prosesor Intel Atom dan hard disk drive (HDD) sebesar 320GB. "Kami sangat ingin mendapatkan Afrika terhubung dan kami benar-benar ingin membantu negara-negara berkembang," kata Snir. (fmh)

Gunung Takao, Tempat Bersemayam Hantu Tengu Jepang


Gunung Takao/Takaosan adalah nama sebuah gunung yang terletak di Hachioji, Tokyo. Gunung ini banyak digemari karena mudah didaki dan letaknya dekat dengan pusat kota. Dengan ketinggian sekitar 600m dan fasilitas cable car sampai di tengah gunung, gunung ini sungguh mudah didaki oleh semua orang bahkan bagi manula dan para wanita.


Wisatawan banyak berkunjung terutama pada saat musim gugur. Saat cuaca sedang bagus, kita bisa melihat gunung Fuji dari puncak Gunung Takao. Di sekitar pertengahan musim salju, kalian juga bisa melihat pemandangan matahari terbenam di puncak gunung Fuji membentuk pemandangan seperti batu permata.

Gunung ini juga termasuk ke dalam 88 pemandangan terindah di Hachioji. Di dalam legenda, dikatakan bahwa ada hantu Tengu yang bersemayam di gunung Takao ini sejak dulu kala.

Takaosan bisa kalian akses dari pusat kota dengan menggunakan kereta dan saking mudahnya untuk didaki, gunung ini banyak mendapat kunjungan wisatawan yang ingin bisa menikmati pendakian gunung hanya dalam waktu sehari saja. Gunung ini merupakan gunung terfavorit dengan kunjungan wisatawan 2.600.000 orang per-tahun. Pada tahun 2007, gunung ini mendapat penghargaan 3 bintang dari Michelin Guide sehingga makin banyak dikenal oleh para wisatawan mancanegara. Cable car yang ada bisa mencapai puncak gunung sampai ketinggian 400m, di samping ada juga 6 buah jalur pendakian gunung biasa.

Di hari yang cerah, kalian bisa melihat gunung Fuji, gunung Tsukuba dan pegunungan Tanzawa dari puncaknya. Sepanjang jalur pendakian kalian juga bisa menikmati pemandangan alam yang indah. Walaupun Takaosan terkenal sebagai tempat wisata di dekat Tokyo, aslinya gunung ini merupakan tempat suci Shugendo, dan sekarang menjadi bagian dari wilayah kuil Takaozan Yakuoin yang menjadi pusat aliran agama Shingonshuuchi. Oleh karena itu, gunung ini sangat dijaga kelestarian alamnya.

Bagi kalian yang suka mendaki tapi tidak suka terlalu jauh atau lama, disarankan untuk mendaki gunung ini saja :D

Sunday, December 29, 2013

Inilah Robot Pendeteksi Banjir Buatan Mahasiswa Indonesia



Inilah Robot Pendeteksi Banjir Buatan Mahasiswa Indonesia - Salah satu Mahasiswa Indonesia tepatnya mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Widya Mandala berhasil menciptakan prototipe robot yang dapat digunakan sebagai pendeteksi terjadinya banjir. Sang pencipta robot pintar, Bima Sinar Putra mengatakan bahwa ini ide pembuatan robot ini berawal dari keprihatinan lantaran melihat banyak wilayah di tanah air yang terkena musibah banjir

Robot pendeteksi banjir itu ditenagai solar cell yang langsung tersambungkan dengan komputer. Cara kerjanya, berbekal GSM modul yang dapat tersambungkan ke komputer, robot tersebut dapat mengatur sinyal yang menunjukkan naik turunnya debit air.

Untuk merakit satu alat tersebut, butuh waktu 6 bulan dengan biaya sebesar Rp 2 juta. Rencananya, hasil karya mahasiswa ini akan digunakan untuk membantu pemerintah dalam mengatasi banjir

Mahasiswa India Bikin Pakaian Dalam Anti Pemerkosaan


Mahasiswa teknik di India telah menciptakan pakaian dalam perempuan yang bisa mengeluarkan setruman listrik hingga sebanyak 82 kali dan secara otomatis bisa menghubungi polisi.

“Pakaian dalam ini dilengkapi alat penentu posisi Global Positioning System (GPS) dan alat sensor yang bisa mengeluarkan setruman listrik sebesar 3.800 kilovolt dan otomatis menghubungi orang tua serta polisi,” kata Manisha Mohan dari Universitas SRM di Kota Chennai, Negara Bagian Tamil Nadu, seperti dilansir surat kabar The Times of India, (3/4).
Mohan menciptakan pakaian dalam ini bersama rekannya Niladri Basu Bal dan Rimpi Tripathi.
Pakaian dalam anti pemerkosaan ini mengandung sirkuit listrik di dekat payudara dilengkapi GPS dan kartu perdana telepon seluler. Tiga mahasiswa itu mengatakan setruman listrik itu diletakkan di dekat payudara karena menurut survei para pemerkosa biasanya menyerang dada korban lebih dulu.
“Mereka yang mencoba menganiaya seorang perempuan akan terkena setrum dan sensor di alat itu akan aktif secara otomatis menghubungi nomor telepon darurat serta orang tua korban,” kata Mohan.
Peristiwa pemerkosaan di India saat ini semakin sering terjadi setelah seorang mahasiswi 23 tahun diperkosa di dalam sebuah di Ibu KOta New Delhi hingga tewas Desember tahun lalu. Kejadian itu memicu unjuk rasa besar-besaran di seantero India.

Telomere, Alat Untuk Mengetahui Kapan Kita Meninggal

Sebuah penemuan baru bisa menebak kapan kita akan meninggal. Alatnya mirip test pack penguji kehamilan.


Seperti diberitakan di dailymail, metode pengujian terbaru yang akan segera tersedia di gerai-gerai di Inggris ini bisa mengukur komposisi dari tip kromosom seseorang, yang disebut telomere, melalui tes darah. Telomere ini diyakini peneliti sebagai satu dari indikator penuaan sel tubuh yang paling signifikan dan akurat. Ketika penuaan sel mencapai tingkat tertentu, bisa diartikan itulah akhir tubuh Anda beraktivitas.


Tentunya di luar dari hal-hal tidak terduga seperti kecelakaan atau penyakit ganas yang tiba-tiba menyerang. Dengan telemore, tes umur biologis ini bisa jadi salah satu petunjuk kapan usia Anda akan berakhir. Atau dengan kata lain, mengetahui kapan akan meninggal.

Maria Blasco, dari Spanish National Cancer Research Centre di Madrid adalah penemu commercial telomere test terbaru ini. Lebih lanjut Blasco menjelaskan, bahwa tua-muda usia biologis seseorang bisa diukur berdasarkan panjang telomere mereka, dan ini bisa berbeda dengan usia nyata yang dimiliki oleh seseorang.

Contohnya, pria berusia 65 tahun bisa jadi usia biologisnya lebih muda daripada pria usia 45 tahun, yang berarti pria 45 tahun itu berkemungkinan memiliki usia yang lebih pendek. Semakin panjang telomere, semakin panjang usia Anda.

Sederhananya, telomere ini yang melindungi DNA Anda dari gangguan dan kerusakan. Seiring dengan semakin berat tugasnya, maka telomere mulai memendek. Pada usia paruh baya ke atas, penyusutan ini mencapai titik di mana mereka tidak mampu lagi melindungi DNA dan keadaan akan memburuk ketika sel-sel tubuh mulai memisahkan diri. Dampaknya adalah kulit Anda akan longgar dan keriput, daya tahan tubuh menjadi tidak efektif, dan merembet pada gangguan tubuh yang lebih parah seperti diabetes dan penyakit jantung.

Apakah mahal untuk 'mengintip' waktu kematian Anda? Di Inggris metode tes ini seharga 400 poundsterling, sementara harga untuk test pack komersialnya masih belum diberitakan.

Friday, October 25, 2013

Ilmuwan Temukan Cara Untuk Membangkitkan Orang Mati


Para ilmuwan memiliki gagasan tentang untuk menyadarkan seseorang yang sudah dinyatakan meninggal. Gagasan tersebut dibahas dalam pertemuan New York Academy of , menghadirkan Dr Sam Parnia dari State University of New York di Stony Brook, Stephan Meyer dari , dan Lance Becker dari .


Dalam pertemuan itu dibahas bahwa kunci penyadaran kembali atau resusitasi pada orang yang baru saja meninggal itu ialah proses hipotermia atau pendinginan tubuh dan pengurangan suplai oksigen.

Gagasan ilmuwan didasarkan pada pandangan baru tentang kematian. Sebelumnya, kematian didefinisikan sebagai saat di mana jantung sudah berhenti berdetak dan paru-paru berhenti bekerja sehingga individu tidak bernapas.

Dalam pandangan baru, kematian tidak dianggap sebagai peristiwa yang terjadi secara serentak di semua bagian tubuh, tetapi sebagai proses bertahap. Saat detak jantung dan napas individu terhenti, sel individu sebenarnya masih hidup.

Kematian total, kiranya bisa dikatakan demikian, baru terjadi ketika sel-sel otak kekurangan oksigen, akibat terhentinya jantung dan napas, sehingga rusak dan mengirim sinyal bagi sel-sel lain menjelang saat kematian.


Dalam gagasan ilmuwan, ada jeda antara henti jantung dan napas dengan kematian total. Jeda itu yang kemudian dimanfaatkan untuk melakukan tindakan sehingga orang yang sebelumnya dinyatakan telah mati bisa sadar kembali.

Proses tersebut harus dilakukan secara hati-hati. Salah satu perhatiannya, upaya menyadarkan orang yang telah meninggal harus tidak mengakibatkan kerusakan otak akibat jantung yang berhenti menyuplai oksigen.

Diberitakan , kunci penyadaran kembali tanpa merusak jaringan otak salah satunya adalah hipotermia, yakni tubuh didinginkan beberapa derajat lebih rendah daripada suhu normalnya 37 derajat celsius.

Berdasarkan , hipotermia bisa mencegah kerusakan sel otak dengan menurunkan permintaan oksigennya. Namun, ini tetap ada batasannya. Ada momen ketika kerusakan memang sudah terlalu besar sehingga tak bisa dikembalikan.

Kemudian, setelah prosedur hipotermia dan jantung bekerja, kunci lainnya adalah menjaga suplai oksigen. Suplai oksigen yang tiba-tiba besar justru akan berdampak negatif karena akan merusak jaringan otak.


Hipotermia terbukti membantu prosedur resusitasi. Namun, bahkan di Serikat, tak semua rumah sakit menerapkan prosedur hipotermia. Hal ini menjadi keterbatasan untuk mengupayakan resusitasi yang berhasil.

Tentang suplai oksigen, Parnia menuturkan, suplai harus diatur dengan mesin agar jumlah oksigen yang dialirkan sesuai yang dibutuhkan.

Penyadaran kembali orang yang telah meninggal ini menimbulkan pertanyaan etis. Pasalnya, upaya menyadarkan kembali orang yang telah berjam-jam mengalami henti jantung berisiko pada kerusakan otak. Siapa yang kemudian bertanggung jawab melakukan proses resusitasi lebih komprehensif?

Mayer mengungkapkan, keterbatasan saat ini adalah pengetahuan tentang kerusakan otak. Ilmuwan belum mengetahui seberapa kerusakan bertahan dan apakah bisa dikembalikan ke kondisi semula.

Mayer mengungkapkan, masih perlu pembelajaran lebih lanjut. Namun, ia mengatakan bahwa ilmuwan juga tak bisa begitu saja mengatakan bahwa kerusakan otak tak bisa dikembalikan.

Sementara, Becker menuturkan, upaya penyadaran tidak selalu bisa dilakukan di setiap kasus. Namun, sekali dokter memutuskan, dokter harus menerapkan semua metode yang mungkin bisa dilakukan.