Google baru saja mengungkapkan proyek perusahaan terbaru dibidang sumber energi terbarukan. Google mengumumkan bahwa pihaknya telah membangun proyek tenaga surya terbesar yang pernah dibuat di planet ini. Google menyebut proyek ini stasiun pembangkit listrik tenaga surya Ivanpah. Proyek ini terletak di perbatasan California-Nevada.
Disebutkan, pembangkit ini menggunakan 347.000 panel cermin yang menghadap matahari guna menghasilkan 392 megawatt listrik. Jumlah energi ini diklaim cukup untuk menghidupkan listrik di 140.000 rumah. Google telah menginvestasikan untuk proyek ini senilai USD 168.000.000 atau sekitar Rp 1,9 Triliun lebih.
Proyek pembangkit listrik tenaga surya Google | Foto: Digitaltrends.com
Usaha terbaru Google ini adalah salah satu dari serangkaian investasi Google, dalam bidang energi terbarukan. Kesepakatan proyek terakhirnya ini, telah membawa Google berinvestasi lebih dari US$ 1 miliar dibidang energi surya dan angin.
Direktur Google bidang energi terbarukan, Rick Needham mengatakan bahwa investasi Google telah melampaui $ 1 miliar dalam 15 proyek dibidang produksi tenaga listrik.
“Kami telah menginvestasikan lebih dari satu miliar dolar dalam 15 proyek yang memiliki kapasitas untuk memproduksi 2 gigawatt listrik di seluruh dunia, terutama di Amerika Serikat. Nilai investasi ini setara dengan pembangkit listrik Hoover Dam. Faktanya listrik merupakan kebutuhan bagi kita semua. Ini adalah bisnis yang masuk akal, karena semua orang butuh listrik, termasuk juga kami,” kata Needham.
Rencana Proyek Ivanpah ini secara riil memakan biaya senilai $ 2.200.000.000 keseluruhan hingga tuntas. Sebanyak $ 1.600.000.000 merupakan dana pinjaman yang berasal dari pinjaman federal. Untuk menjalankan proyek ini Google menggandeng NRG Energy and Bright Source Energy.
Menurut Needham, sekitar 34 persen dari operasi Google saat ini didukung oleh sumber-sumber terbarukan. Namun, meskipun proyek ini digagas sebagai proyek hijau atau ramah lingkungan, proyek Ivanpah dituding telah menimbulkan efek panas yang cukup berbahaya bagi satwa liar setempat. Fasilitas panel surya disebut-sebut telah mengakibatkan terbunuhnya banyak satwa jenis burung akibat panas yang ditimbulkan hingga ribuan derajat dari panel surya tersebut.
Terlepas dari isu-isu itu, sebenarnya Google pernah meraih posisi teratas sebagai perusahaan teknologi ramah lingkungan atau “Green IT” dalam daftar liga Greenpeace pada tahun 2013.
Sumber: News.FilleHippo.com
No comments:
Post a Comment